sedang dicanangkan pembuatan aplikasi Buku Lapor Digital untuk MDT dan LPQ

info terkini

web resmi milik Seksi PD Pontren Kab Cirebon

Selasa, 02 Februari 2021

Apa Bedanya Mdt Mdta Mdtu Dta?

 Lantas, Apa Bedanya Mdt Mdta Mdtu Dta?

Lembaga Pendidikan Keagamaan dibawah naungan Kementerian Agama melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) meliputi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyyah (MDTA), Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU), Diniyah Takmiliyah Awwaliyyah (DTA).

Penyebutan istilah MDT MDTA MDTU DTA yang terjadi di masyarakat sangat beragam, lumrah terdengar di telinga adalah penyebutan kata DTA.

 Keempat istilah sebutan, mana yang benar?

Semuanya benar, kata kuncinya pada huruf DT (Diniyah Takmiliyah). Perbedaan keempat istilah tersebut tidak berdampak apapun pada legalitas lembaga yang telah memiliki Ijin Operasional ditandai telah memiliki Nomor Statistik Diniyah Takmiliyah (NSDT).

Per Januari 2021, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon melalui Seksi PD Pontren berupaya mengembalikan istilah penyebutan DTA menjadi MDT agar sesuai dengan PMA Nomor 13 tahun 2014, sekaligus menjawab kebingungan masyarakat atas istilah yang telah melekat ditelinga dengan sebutan DTA.

 

“emang sekarang udah berganti istilah DTA menjadi MDTu?”

Banyak lembaga bertanya demikian. Istilah MDTU bukanlah istilah baru, namun telah ada sejak tahun 2014..

 

MDT memiliki empat jenjang atau tingkat, Ula, Wustha, Ulya, Jami’ah. Tingkat Ula (MDTU) untuk anak usia SD/MI, tingkat Wustha (MDTW) untuk anak usia SMP/MTs, tingkat Ulya (MDTY) untuk anak usia SMU/SMK/MA, tingkat Jami’ah untuk usia perguruan tinggi atau masyarakat. Masyarakat adalah masyarakat umum yang belum memiliki kesempatan mengikuti pendidikan keagamaan tingkat SD sampai perguruan tinggi, atau anak putus sekolah.

Kenapa tidak dari dulu saja? Kenapa baru sekarang?

"Membuka lembaran baru lebih indah dari mengorek kesalahana masa lalu", itulah pentingnya melakuan pembaruan Ijin Operasional. Memperbaiki yang belum tepat, melengkapi yang belum ada, memperbarui yang telah usang. Barangkali itu jawaban tepat agar tidak terjebak mencari pembenaran atas sebuah kesalahan.

Ibarat pepatah klasik, “mengembalikan ikan kepada kolam”. Istilah MDT bukanlah pergantian dari istilah DTA, antara MDT dan DTA adalah jenis lembaga yang sama hanya perbedaan penyebutan atas kebiasaan yang terlanjur enak diucapkan dan nyaman didengar.

2 komentar:

  1. Keren... di ponpes dulu waktu masih jadi santri mbeling (bandel) alhamdulillah sampe punya ijasah ula dan wustho, namun belum sempat ke ulya karena keburu boyongan... 😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantul. langsung membuka lembaga pendidikan saja. mengamalkan ilmu dari ponpes. heheh..

      Hapus

terimakasih telah berkomentar dengan sopan dan santun

Berita Lainnya

Tugas Utama dan Fungsi Seksi PD Pontren

PENDATAAN EMIS ONLINE : KLIK DISINI A.     Tugas Pokok : 1.        Menangani pendirian Ijin Operasional lembaga 2.        Menangani...

Follow by Email