Jalan Sunan Drajat No 5 Kec Sumber 45611, email : pdpontrenkabcirebon@kemenag.go.id, FB : Pdpontren Kabcirebon

Tuesday, 22 October 2019

Pontok Kebon Jambu Al Islamy Meriahkan Apel Hari Santri

Cirebon.pontren.id (22/10/19),
Salah satu Pesantren di Kecamatan Ciwaringin Desa Babakan berdiri sejak tahun 1993, berkembang pesat dengan ribuan santri tinggal didalamnya, terdiri dari santri putra dan santri putri, dibawah pengasuh pesantren yang wonderwomen Ny. Hj Masriyah Amva diamanati santri oleh sang suami tercinta almarhum KH Muhammad (2006), untuk terus berkhidmat di bidang pendidikan keagaamaan pesantren. Salah satu program unggulan rutin tahunan adalah peringatan hari santri nasional.


Serentak dilaksanakan diseluruh indonesia peringatan hari santri nasional, bukan hanya di lingkungan pesantren, instansi pemerintah, bahkan dilembaga pendidikan swasta lainnya. menjunjung prinsip hablum minallah dan hablum minannas tetap terjaga.

Bertempat di altar pesantren, pelaksanaan apel hari santri dipimpin langsung oleh Ny. Hj. Masriyah Amva selaku pembina upacara dihadiri Dewan Pengasuh, Dewan pembina, ustadz atau pengurus Pondok Kebon Jambu menyampaikan pesan moral bahwa santri tidak melulu hanya terfokus pada kitab kuning atau ilmu agama semata. Meski tradisi salafiyah tetep harus dipertahankan namun bukan berarti ilmu lain diabaikan, terlebih arus gelobalisasi semakin berkembang pesat. Santri harus dibekali juga dengan ilmu umum agar tidak tergilas oleh teknologi yang serba digital.

Tidak mungkin bisa leluasa menjalankan ajaran agama jika tidak diikuti oleh kondisi negara yang aman tentram. Untuk itulah Santri berkewajiban menjaga persatuan dan kesatuan NKRI karena menjaga keutuhan negara sebagaimana pentingnya menjaga agama.

Paringatan hari santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”, beliau mengambil kesempatan untuk memberikan motivasi agar para santri
Untuk selalu istiqomah menjalankan dan menyebarkan ilmu agama, menjadikan diri sebagai tauladan berkepribadian akhlaqul karimah. Santri tidak boleh cengeng apalagi berputus asa, harus selalu tampil semangat dalam meniti kehidupan. Disiplin selama beraa di lingkungan pesantren harus tetap dipertahankan meski sudah berada dilingkungan luar dan berbaur dengan komunitas umum. Santri adalah jiwanya, tetap sederhana, namun memiliki motivasi yang luar biasa.
Secara khusus beliau menyampaikan pesan agar Santri Pondok Kebon Jambu Al Islamy diharapkan mampu menjadi pelopor dan inovator bagi lingkungan dimanapaun ia berada, baik di lingkungan pendidikan, non pendidikan, perdagangan, pemerintahan, ataupun lainnya.

Dalam rangkaian apel hari santri, pengibaran sang saka merah putih diiringi menyanyikan lagu kebangsaan dan kebanggaan Negara Republik Indonesia “Indonesia Raya”, dilanjutkan dengan lagu Hari Santri, lagu Ya lal Wathon, diiringi musik marchingband oleh santri Pondok Kebon Jambu. Yang sebelumnya dilakukan pembacaan teks UUD 1945, Pembacaan teks Pancasila, Pembacaan Ikrar Santri Nasional diikuti seluruh peserta apel. Suasana gemuruh semangat patriotis santri dalam menyanyikan ketiga lagu tersebut, penuh penghayatan dan penjiwaan makna. Sesudah dan setelah apel hari santri diadakan atraksi seni oleh santri putra dan putri.

Beliau juga, mengutip pesan menteri agama H. Lukman Hakim Saefudin disaat belum menjabat “perayaan Hari Santri bukan sekadar pengakuan terhadap para santri, tapi juga pengingat tujuan negara agar pesantren bertransformasi. Para santri harus semakin kuat bersuara dan aktif memberikan perdamaian. Hari Santri menjadi prasasti untuk menegakkan bernegara sama pentingnya dengan beragama”.
“santri harus dibekali dengan banyak kemampuan, bukan hanya di bidang agama melainkan di bidang lainnya yang bisa bermanfaat untuk umat”, tuturnya

Di akhir sambutannya, beliau menyampain pesan dari Presiden RI Joko Widodo, terkait sembilan alasan pesantren disebut sebagai Laboratorium Perdamaian.
Pertama, tumbuh suburnya kesadaran harmoni beragama dan berbangsa di kalangan pesantren. Ini dibuktikan dengan perjalanan perjuangan kemerdekaan bangsa hingga tercetusnya resolusi jihad dan perang melawan PKI, semua tidak lepas dari peran pesantren. 
kedua, metode mengaji dan mengkaji di pesantren sangat khas.Selain transfer ilmu, pesantren juga mengajarkan keterbukaan kajian dari berbagai kitab, bahkan lintas madzhab. Santri dididik belajar terima perbedaan.
Ketiga, pesantren mengajarkan khidmah dan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Hubbul wathan minal iman bagian dari nilai yang terus diajarkan di pesantren.
Keempat, pesantren mengajarkan kemandirian, kerjasama dan sikap saling membantu. “Santri terbiasa mandiri, solider, dan suka gotong royong,”
Kelima, pesantren menjadi laboratorium perdamaian, karena di lembaga ini, geralan seni dan sastra tumbuh subur. Hal itu berpengaruh pada prilaku seseorang dalam ekspresi keindahan, harmoni, dan kedamaian. 
Keenam, di pesantren banyak kelompok diskusi, mulai dalam skala kecil  hingga besar, dari tema recehan hingga yang serius. “Sehingga, santri berkarakter terbuka,”.
ketujuh, pesantren merawat khazanah kearifan lokal. Pesantren menjadi ruang kondusif untuk menjaga lokalitas.
Kedelapan, maslahah (kemaslahatan) merupakan pegangan yang tidak bisa ditawar di kalangan pesantren. “Pesantren tidak suka meresahkan masyarakat, malah membina masyarakat,”
Kedelapan,
terakhir, pesantren menjadi ladang penanaman spiritual. Selain Fiqh, santri dilatih tazkiyatun nufus, pembersihan hati melalui amalan zikir dan puasa. “Santri jauh dari intoleransi, pemberontakan, apalagi terorisme.
Diakhir apel, diisi dengan mushafaha (bersalam-salaman) oleh ribuan santri kepada para pengurus pesantren, sebagai salah satu bentuk khidmat dan ta’dzim santri kepada kyai.
(foto : ust Hasymi, isi : aziz ahlaf – Alumni Pondok Kebon Jambu)

No comments:

Post a Comment

Berita Lainnya

Tugas Utama dan Fungsi Seksi PD Pontren

PENDATAAN EMIS ONLINE : KLIK DISINI A.     Tugas Pokok : 1.        Menangani pendirian Ijin Operasional lembaga 2.        Menangani...

Follow by Email